Sakib Machmud. (redaksiaklamasi.org/Nur Aisyah Ramadhani)


redaksiaklamasi.org - Para ulama sepakat bahwa Al-Fatihah adalah surah Makkiyah, surah yang diturunkan kepada Rasulullah Saw ketika beliau masih bermukim di Makkah sebelum hijrah ke Madinah. Dengan demikian ayat-ayat pada surah Al-Fatihah diwahyukan pada masa awal kenabian. Sedangkan ayat-ayat yang turun setelah Rasul hijrah ke Madinah disebut Madaniyah, temasuk yang turun di Makkah pada saat beliau menunaikan ibadah haji atau sekitar masa Fathu Makkah – pembebasan kota Makkah dari cengkeraman kaum musyrikin Qureisy. Syaikh Muhammad Abduh (1809-1905) menyatakan bahwa Al-Fatihah adalah wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw, yaitu sebelum Al-‘Alaq. 

Namun jumhur atau mayoritas ulama tidak sependapat. Mereka hanya menyatakan bahwa Al-Fatihah merupakan surah pertama yang diturunkan secara lengkap kepada Rasulullah. Surah Al-‘Alaq - surat ke 95 - tidak turun sekaligus; hanya ayat 1 sampai dengan 5 saja yang diturunkan untuk pertama kalinya kepada Nabi Muhammad Saw. Ayat-ayat yang lain diwahyukan kepada beliau sesudah banyak ayat yang diletakkan pada surah yang lain.
Al-Fatihah berarti "Pembukaan". Disebut demikian karena surah ini membuka Al-Quran dan merupakan surah pertama dari Kitabullah ini. Ada beberapa nama lain yang biasa digunakan selain Al-Fatihah. Di antaranya Ummul Quran atau Ummul Kitab, yang berati induk Al-Quran atau induk Kitab. Disebut demikian karena di dalam surah ini terdapat pokok-pokok dari seluruh keterangan dan petunjuk yang terdapat di dalam Al-Quran. Surah pertama ini juga disebut Al-Sab’ul Matsani yang berarti "Tujuh yang diulang-ulang"; Para ulama sepakat bahwa jumlah ayat yang terdapat dalam Al-Fatihah tujuh, meskipun mereka berbeda pendapat tentang apa saja tujuh ayat tersebut. 

Kesepakatan tentang tujuh ayat itu didasarkan pada keterangan Allah sendiri pada surah 15, Al-Hijr, ayat 87: وَلَقَدْ ءَاتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْءَانَ الْعَظِيمَ - Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang, dan Al-Quran yang agung. Para ulama sepakat bahwa tujuh ayat yang dimaksud ialah Al-Fatihah, yang dibaca berulang-ulang karena merupakan rukun shalat. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim dinukilkan sabda Rasulullah Saw: لاصلاة لمن لم يقرأ بفاتحة ا لكتاب - tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca fatihatul kitab. Mayoritas ulama memaknai perkataan "tidak ada shalat" pada hadits tadi sebagai "tidak sah shalatnya", meskipun ada yang menyatakan: "tidak sempurna shalatnya". Karena sangat pentingnya keterangan Allah dalam surah Al-Fatihah, maka orang diwajibkan mengulang baca surah ini, sekurang-kurangnya 17 kali sehari. 

Masih ada beberapa sebutan lagi bagi Al-Fatihah, seperti Al-Asas – dasar, yaitu dasar-dasar ajaran Islam, Ad-Du’a karena di dalamnya terdapat doa-doa yang sangat penting, As-Syifa – obat, yaitu obat bagi penyakit hati seperti resah, iri dan dengki, sombong, pelit dan sebagainya. Ada lagi sebutan Al-Waqiyah – pemeliharaan; disebut demikian karena dengan membaca Al-Fatihah dan memahami maknanya, orang akan terpelihara dari segala bencana. Ada pula nama Al-Hamdu – pujian; bagian pertama surat ini berisi puji-pujian kepada Allah, Al-Wafiyah – yang paling sempurna, karena ketujuh ayat pada surah ini sempurna membicarakan berbagai permasalahan manusia. Ada lagi nama Al-Kanz yang artinya bekal, yakni bekal yang sangat berharga untuk menyongsong masa depan. Sebenarnya masih ada lagi nama-nama lain, tetapi kita tidak dapat memaparkan seluruhnya di sini.


Penulis: Penulis: Sakib Machmud (Salah Seorang Penggagas Nilai-nilai Dasar Perjuangan HMI)

Editor : Nur Aisyah Ramdhani

0 komentar Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
REDAKSI AKLAMASI © 2016. All Rights Reserved | Developed by Yusran016
Top